Bila
PLN padam, genset tidak running :
a. Periksa AMF à posisi Auto
b. Ukur tegangan PLN apakah semua phasenya
padam, bila salah satu phasenya ada tegangan walaupun kecil, maka Genset tidak
akan hidup, karena ada proteksi.
c. AMF seting Menu ke Manual.
d. Periksa tegangan battery Starter à Nominal 13,2 Volt dc, biarkan Voltmeter
tetap mengukur.
e. Engine start Manual, lihat Voltmeter pada
Battery minimal 9,3 Volt
f. Kalau tegangan Battery dibawah 9 Volt saat
Start, maka Engine tidak bisa hidup.
g. Kesimpulannya Battery Rusak, harus
diganti.
h. Pemeriksaan selanjutnya adalah mengecek
Battery Charger di Panel AMF, apakah normal, tegangan outputnya 13,8 Volt dc,
bila tidak sesuai lakukan pengaturan pada modul Chargernya.
i. Dynamo Charger pada Engine bisa diukur
saat Engine running, outputnya 13,8 Volt.
j. Bila Tegangan Battery normal, berarti ada
kelainan pada sistim starter.
k. Periksa kabel sambungan ke Dynamo Starter
danl Battery apakah ada korosi/ karatan.
l. Kalau semua kabel dan koneksinya baik,
kemungkinan Dynamo starter ada kerusakan, yang paling mendasar adalah pada
bagian Contactornya ( Bendik Starter).
m. Ukur tegangan pada sisi output Bendik yang
mencatu Dynamo, kalau tegangan masih normal, ada kemungkinan sikat arang (
brush) yg sudah tipis.
n. Kesimpulannya Dynamo Starter rusak, harus
di service.
Bila genset running,
tetapi tegangan listrik tidak keluar atau rendah dibawah standar maka lakukan
pemeriksaan sbb :
a. Periksa putaran mesin ( RPM), normalnya
1500 RPM, dan 50 Hz
b. Bila putarannya dibawah 1500 RPM, lakukan
pengaturan RPM Justment di panel AMF atur sehingga RPMnya normal.
c. Kalau tidak ada fasilitas justment RPM
atau Voltage Just, lakukan pengaturan pada tuas Selenoid Engine, agar putaran
mesin semakin naik, kendorkan bautnya dan atur/ putar semakin mendorong tuas,
sambil melihat RPM meter.
d. Bila putaran RPM normal 1500, namun
tegangan belum keluar, maka kemungkinan pertama adalah AVR Generatornya rusak,
atau sikat arang ( brush) sudah tipis, untuk Generator kapasitas kecil ( 5
KVA). Untuk Generator diatas 5 KVA biasanya tidak mempergunakan brush, tetapi
ada kumparan Exiter.
e. Kerusakan AVR indikasinya tidak ada
tegangan output DC sekitar 9,3 Volt, mengukurnya dengan Voltmeter DC pada titik
kabel brush atau kutub exiter ( X – Y ).
f. Bila tidak muncul tegangan pada output
AVR, kesimpulannya AVR rusak.
g. Jalan keluarnya dengan mengganti modul AVR
Generator, catat Merk, Type dan Seri Nomornya, untuk memudahkan proses
pengadaan.
h. Kalau tegangan AVRnya normal, kemungkinan
kerusakan pada kumparan magnit yang berputar sebagai dynamisator tetapi ini
jarang terjadi, untuk memastikan kumparan magnit dengan cara memberi tegangan
DC 12 Volt dari Battery, bila didekatkan obeng akan tertarik, berarti
kumparannya baik. Atau bisa diukur dengan Ohm meter, putus atau ada nilai
resistansinya, sekitar 100-200 Ohm.
i. Bila diberi tegangan DC kumparan magnit
tidak ada respon, kesimpulannya kumparan putus dan harus di service untuk
digulung ulang.
Bila
genset running, tetapi beberapa saat mati lagi pemeriksaan sbb :
a. Lihat Display monitor, alarm apa yang
muncul.
b. Bila alarm Overheating, artinya Engine
terlalu panas, periksa air radiatornya.
c. Bila alarm overspeed, artinya RPM terlalu
tinggi melebihi 1500, atur justmen RPMnya atau geser baut pada tuas solenoid
untuk menurunkan putaran Engine.
d. Bila alarm over voltage, atur Voltage
jusmentnya untuk menurunkan tegangan.
e. Bisa juga kemungkinan lain, periksa AMF,
kondisi Auto apa Manual ?
f. Pada saat posisi Auto, Genset akan tidak
bisa hidup bila listrik PLN sedang ON. Kalaupun Genset bisa Running sesaat,
akan mati lagi, karena ada proteksi di AMF.
g. Matikan PLN di KWH meter dengan break
MCBnya.
h. Beberapa menit kemudian Genset akan
Running, bila genset mati lagi, periksa saluran BBMnya kemungkinan ada udara
masuk, pompa BBM sampai gelembung udaranya habis, periksa saluran apakah ada
bocor, perbaiki.
i. Cara lain bisa membuka filter BBM, dan
buang kedalam ember minyaknya, supaya minyak bisa mengalir dari tangki harian
dengan lancar dan setelah itu pasang kembali filternya.
j. Bila kondisi BBM normal, namun Genset juga
mati lagi, periksa tegangan catuan Selenoid, kalau tegangannya hilang maka
Genset akan mati. Atau tegangannya ada tetapi Selenoidnya tidak kerja/ tidak
mendorong, berarti kumparannya putus.
k. Kesimpulannya Selenoid rusak dan harus
diganti.
Bila
genset running, tegangan output normal 220 / 380 Volt, tetapi tidak bisa
mensupply beban, pemeriksaan sbb :
a. Ukur Tegangan Input ATS pada MCCB sisi
Genset, R - S, R –T, S – T, normalnya 380 V, dan ukur R – N, S – N, T – N,
normalnya 220 V.
b. Periksa ATS, kondisi Auto apa Manual ?
c. Pada saat posisi Auto, ATS akan memilih ke
PLN, walaupun Genset Running.
d. Matikan PLN di KWH meter dengan break
MCBnya.
e. Beberapa menit kemudian ATS akan pindah ke
posisi Genset.
f. Bila ATS tidak mau pindah posisi, periksa
tegangan pada motor penggeraknya.
g. Kalau tidak ada tegangan di ATS, periksa
MCB dipanel, kalau ada yg break agar di normalkan keposisi On.
h. Kalau tidak berhasil, ATS di Manualkan,
bisa dilakukan tekan tombol ON pada posisi Genset atau pemindahan dengan tuas
pendorong kesisi Genset, yg penting beban bisa hidup.
i. Kesimpulan ada kerusakan pada ATS.
j. Catat Merk, Type dan Seri Nomornya.
Bila
genset running, ATS normal, tetapi Rectifier Fail pemeriksaan sbb :
a. Ukur Tegangan Input pada ACPDB, R - S, R
–T, S – T, normalnya 380 V, dan ukur R – N, S – N, T – N, normalnya 220 V.
b. Periksa MCCB input dan MCB dibagian
outgoing Panel ACPDB jangan sampai ada yang break, dan kekencangan perkabelan,
jangan ada yg kendor.
c. Unkur tegangan output ACPDB yang menuju ke
Rectifier, bila tidak ada tegangan, kesimpulannya MCB rusak dan segera diganti.
d. Kalau tidak tersedia MCB pengganti, bisa
mempergunakan MCB yang ada dengan memperhitungkan besarnya beban, asal tidak
melebihi kapasitas MCB.
e. Misalnya ada MCB untuk Air Conditioning,
atau MCB Penerangan Gedung atau yang lainnya, bisa diparalel sementara.
f. Usahakan Rectifer harus hidup, karena
perangkat ini termasuk prioritas utama.
g. Kalau lampu-lampu boleh mati tetapi
Rectifier harus didahulukan.
h. Kesimpulan ada kerusakan pada MCB.
i. Catat Merk, Type dan Seri Nomornya.
0 comments:
Post a Comment