URUTAN KERJA PEMBANGKITAN TEGANGAN GENERATOR
1. Terbangkit tegangan dimulai di PMG stator.
Jika poros generator mulai berputar. PMG stator ini mendapatkan perpotongan
flux magnetic dari magnet permanent 8 kutub yang terdapat pada rotor PMG
2. Lilitan Stator PMG mengeluarkan tegangan
170 – 220 V ac 3 phase 3 wire dengan frekuensi 100 Hz. 3. Tegangan
3 phase ini masuk ke AVR sebagai catu daya
exciter. Dari AVR ini memberikan tegangan dan arus exsitasi ke stator exciter
dengan tegangan berkisar antara 13 Volt sampai 60 V DC dengan arus kerja dari
0,5 sampai 3,7 ampere.
4. Medan Magnet yang terbentuk dalam stator
exciter memberikan perpotongan garis garis gaya magnetke rotor exciter .Dalam
rotor exciter terbangkit tegangan AC 3 phase.
5. Tegangan ini disearahkan dengan rotating
dioda yang terbentuk dari 6 buah yang terpasang seri paralael sehingga
terbentuk tegangan DC positif dan negative.
6. Tegangan ini diperlukan oleh main rotor
untuk membentuk kutub tetap . yaitu kutub utara dan kutub selatan .
7. Kutub magnet yang terbentuk di main rotor
ini akibat aliran arus DC dari rotating dioda , karena perputaran shaft
generator maka mains winding dari generator akan terinduksi magnet dari main
rotor hingga terbangkitlah tegangan dari lilitan stator.
8. Tegangan main stator ini dihubungkan dengan
isolation transformer dengan perbandingan 2 : 1 yaitu 480 / 240 V AC.
9. Tegangan keluaran dari trafo isolasi yang
akan dihubungkan dengan AVR sebagai input sensing tegangan.
10. Tegangan ini diperbandingkan dengan
tegangan reference dalam AVR , jika perbandingan dengan tegangan reference
lebih kecil maka AVR secara otomatis menambah jumlah arus dengan menaikkan
tegangan ke exciter stator sampai tercapai keadaan sama dengan tegangan
reference., sebaliknya jika perbandingannya lebih besar maka AVR akan
menurunkan jumlah arus dengan menurunkan tegangan ke stator exciter sampai
tercapai tegangan sama dengan tegangan reference.
11. Dengan bertambahnya beban maupun
menurunnya beban AVR ini akan mengatur secara otomatis jumlah arus yang akan
disupply ke exciter stator. Sehingga selalu dalam keadaan stabil output dari
tegangan generator .
0 comments:
Post a Comment