Monday, September 03, 2012
Syncronizing Generator by : DIESELTECHNO ( diesel genset assistant )

Prinsip dasar dua buah genset atau lebih untuk dapat bekerja secara parallel harus memiliki perayaratan dasar sebagai berikut :
1.Tegangan / Voltage sama
2.Frequensi / RPM engine sama
3.Urutan phasa ( RST ) sama
4.Sudut phasa mendekati sama

Persyaratan proses synchronizing setelah kedua genset syncron ( dengan beban )
1.Tegangan dan Frequensi stabil pada kedua genset
2.Power Factor / Cos q mendekati sama ( -/+ 0.8 ) mendekati 1

Pada beberapa generator yang beroperasi paralel, setelah sebelumnya disamakan tegangan, frekuensi, beda phasa dan urutan phasanya, perubahan beban listrik tidak akan dirasakan oleh masing-masing generator pada besaran tegangan dan frekuensinya selama beban masih dibawah kapasitas total paralelnya, sehingga tegangan dan frekuensi ini tidak digunakan sebagai sumber sinyal bagi governor.
Untuk itu digunakan arus keluaran dari masing-masing generator sebagai sumber sinyal pembagian beban sistem paralel generator-generator tersebut.

Saat diparalelkan pembagian beban generator belum seimbang/sebanding dengan kemampuan masing-masing generator. Alat pembagi beban generator dipasangkan pada masing-masing rangkaian keluaran generator, dan masing-masing alat pembagi beban tersebut dihubungkan secara paralel satu dengan berikutnya dengan kabel untuk menjumlahkan sinyal arus keluaran masing-masing generator dan menjumlahkan sinyal kemampuan arus masing-masing generator.

Arus keluaran generator yang dideteksi oleh alat pembagi beban akan merupakan petunjuk posisi governor berapa % , atau arus yang lewat berapa % dari kemampuan generator. Hasil bagi dari penjumlahan arus yang dideteksi alat-alat pembagi beban dengan jumlah arus kemampuan generator -generator yang beroperasi paralel dikalikan 100 (%) merupakan nilai posisi governor yang harus dicapai oleh setiap mesin penggerak utama sehingga menghasilkan keluaran arus yang proprosional dan sesuai dengan kemampuan masing-masing generator.




Masalah / trouble pada saat genset proses syncron ( dengan beban ) :
Reseverse Power
1. Pada generator yang diparalel dengan generator pada saat sama sama belum berbeban, maka apabila tegangan lebih tinggi power factor akan rendah ( induktif) namun sebaliknya power factor genset yang lain akan juga rendah namun bersifat kapasitif. Hingga genset yang lain mempunyai kecenderungan reverse power.
2. Jika frekuensi tidak sama diparalelkan maka akan terjadi beberapa kemungkinan yaitu dari yang paling ringan sampai yang paling berat, sebagai contoh :
generator 1 mempunyai frekuensi 50 hz sedangkan generator 2 mempunyai frekuensi 51 hz. Dengan melihat synchronoscope maka jarum akan berputar dengan kecepatan sudut 2 phi r/ detik atau 1putaran/ detik. Jika pada saat masuk pas pada sudut nol maka generator yang memiliki frekuensi lebih rendah akan mengalami reverse power dimana pada saat terhubung sinkron fekuensi ada pada 50,5 Hz .
Jika ada peralatan bantuan seperti Load share..kondisi seperti ini masih dapat di bantu alat Load share kemungkinan genset akan hunting sesaat.  Tapi jika pada saat proses awal syncro jarum pada synconocope selisih jauh dan hal itu bisa mengakibatkan reverse power.
 3. Jika sudut fase tidak sama namun kecenderungan frekuensi sama hanya akan menyebabkan hunting sesaat tanpa ada kemungkinan reverse power, namun juga sangat berbahaya jika berbeda sudutnya terlalu besar , engine akan mengalami tekanan sesaat hingga hunting.

Pembagian beban tidak sama pada kedua genset atau lebih :

Untuk informasi selanjutnya dapat di lihat pada arsip blog atau
 hubungi saya :
Gunadi Prasojo / 081219991343 / 02196466776 / dieseltechno@yahoo.co.id

0 comments:

Post a Comment